Planet dan Satelit Mahkotanya

by - May 11, 2019


Tentangnya
Menemani planet serta satelit mahkotanya
Bersedekap tangan membentuk cekungan sebagai tempat pembaringannya
Mengelus lapisan kulitnya yang memerah segar
Sambutan hangat untuknya dari tangan Ilahi,lahir sebagai pencerah hidupnya
Lahir sebagai pelengkap hidupnya

Tentangnya
Candaan yang selalu ia harap dapat terjawab olehnya
Namun hanyalah sebuah sengau kecil yang terdengar untuknya
Tak tertahan,tangan usil selalu datang mencubit bukit yang mulai mengembang di wajahnya
Menatapnya dengan lamat,membasahi pipinya dan dahi dengan kecupan khasnya
Dengan mudah ia mulai jatuh cinta
Pada sang mahkota kecilnya

Tentangnya
Mahkotanya telah menjadi cantik,
Matanya terbuka dengan hias bulu mata lentik
Senyumnya yang dulu tipis menjadi merekah penuh arti
Menyapa dunia dengan malu kemerahan
Menyebutnya dengan sapaan yang terdengar samar namun menggemaskan hati pemiliknya

Tentangnya,
Kehidupan menjadi sebuah tantangan bagi mahkota kecilnya
Namun sang planet tak tinggal diam membiarkan ia berjalan sendirian begitu saja
Karena baginya, ia tetap menjadi satelit mahkotanya
Ia akan terus bersamanya berpengangan erat mengikuti alur orbit yang dibuat oleh Ilahi

Tentangnya,
Papa,
Aku sudah mulai terbiasa akan arus orbit yang telah kau kenalkan padaku
Menembus dinginnya nebula,
bertabrakan dengan asteroit kecil bahkan menabraknya yang besar
Betapa takutnya diriku bertemu dengan benda langit yang belum aku kenal sebelumnya
Begitu menakjubkan,kau memberi begitu banyak alasan hikmah tentang apa yang terjadi pada orbit kita

Tentangnya,
Pa, aku bersyukur atas segala ketakutan,kekhawatiran,kesedihan yang selama ini sering menyelimuti langitku
Karena adanya perasaan itu,aku semakin belajar bagaimana cara membuatmu bahagia
Bahagia yang kau ajarkan padaku
Bahagia dengan Semesta yang kita punya
Kembali padaNya
MenyeruNya

Tentangnya,
Pa,maafkan..selama ini aku selalu menyusahkan gerakanmu
Aku selalu membututimu,merayu manja untuk mendapatkan sesuatu yang tak lebih dari kasih sayangmu yang telah ku dapatkan
Aku belajar untuk menjadi mahkota kecilmu yang cantik namun tak banyak berhias
Kesederhanaan hidup,itulah hikmah yang telah kau ajarkan

Tentangnya,
Pa, aku sudah mulai menentukan arah ceritaku
Dan ucapan syukur selalu kau ingatkan, apapun itu jalan yang aku tempuh..
Kau ingatkan kembali..
Bahwa kenyataannya..
Orbit,dan langit kita tetap sama
Tujuan kita tetaplah sama
Dan berharap kita dapat berpulang bersama, pada sebuah keabadian kehidupan yang pernah kau ceritakan dahulu

Aku dan tentangnya selalu terjaga dalam pelukan Langit





© Tangerang Selatan, 16 Juli 2017
11.40 P.M
(disarankan membaca puisi ini lewat laptop)

You May Also Like

0 $type={blogger}


Terimakasih sudah membaca, mohon beri komentar yang bijak dan sesuai dengan topik yang dibahas