Singkat Cerita, Sudah di Tahun 2024

by - January 02, 2024

Setelah melewati satu tahun tanpa postingan di blog, akhirnya aku memutuskan untuk tahun 2024 aku akan sering-sering menuliskan apapun itu di blog mungkin sebulan sekali (semoga, bismillah).

Karena tahun 2023 tidak tertulis (tidak terlihat ada) cerita disini, jadi aku mau menceritakan sedikit cerita aku di tahun 2023 


Foto oleh Engin Akyurt

Mengawali tahun 2023, aku sangatt sangaatt senang, karena aku bisa ke Medan di bulan Januari! Salah satu kota yang pengen aku kunjungi di Sumatera, walaupun sebenarnya aku gak punya bucket list  ke tempat2 mana saja yang pengen aku kunjungi, tapi sampai sana aku seenenggg banget, akhirnya bisa memijakkan kaki di tanah yang baru aku kunjungi, yes for the first time.. sayangnya gak bisa ketemu sama temen deketku sejak kuliah, Adilaaa huufftt, disana ada kegiatan dari kantor yaitu roadshow film dokumenter Di Balik Satu Batang, dan for the first time pengalaman terlibat diproses produksi film dokumenter, jadi film ini berkisah terkait realita yang sebenarnya dihadapi oleh petani dan buruh tembakau di Indonesia, film ini akhirnya dapat perhatian 8ribu lebih pasang mata, ini juga bisa masuk list tontonan film dokumenter yang wajib ditonton!

Aku sangat suka dengan bulan Februari sebenarnya, karena banyak orang terkasih yang berulang tahun disini, tidak usah aku sebutkan ya Sal, Putt, Mba Il (walaupun jarang kontak lagi sekarang, tapi aku masih inget ulang tahun kamu mbaa, 20 Februari kan?) nanti kamu kege-eran. Dan tak lupa ponakan tersayang ontiii, gak kerasa dia sekarang udah mau menginjak 4 tahun. Dan dibulan Februari 2023 aku menyempatkan untuk pulang kerumah untuk merayakan ulang tahun sederhana untuk ponakan ganteng, mas jowoku, dan teman dekatku. Adalah hal yang wajib, kalau pulang ke Jogja harus berkabar dengan kamu Put, semoga pertemanan dengan kalian yg sudah membersamai aku sejak SD dan SMA ini teruss berlanjut sampai kita tua nanti ya!

Marett, sumpah aku agak lupa ngapain aja, yang aku inget kerja, kerja, dan kerja sampai bulan Desember hehe Tahun 2023 aku sangat bersyukur bertemu dengan temen2 di tempat kerja pokoknya!

Walaupun begitu, disela kesibukan ini-itu soal pekerjaan, aku juga sangat bersyukur sesekali dalam sebulan bisa hang-out bareng temen2 deketku, nonton film Petualangan Sherina, karoke lagu-lagu dari penyanyi dan band yang aku suka, random liat teater betawi, and everything that might have been missed but was memorable, i love you guys!

Oke, anggap saja deskripsi tersebut sudah menggambarkan 8 bulan berjalan. Sampai akhirnya cerita di Desember, bulan penutup akhir tahun yang rasanya nano-nano, seneng dan bersyukur akhirnya bisa terlibat dalam penulisan riset terkait TC, seneng.. akhirnya bisa merayakan ulang tahun dengan sederhana dengan orang-orang yang sudah baik selama ini di kehidupanku, seneng..dan seneng akhirnya bisa kumpul bersama keluarga besar, buat menu ala-ala sukki dan bebakaran daging dan sosis saat malam tahun baru dengan keluarga, 

tapi yang aku mau higlight disini, di Bulan Desember aku menemukan pembelajaraan dari  sebuah penerimaan. Ya, menerima sesuatu kenyataan bahwa ada yang terasa jauh, hilang, bahkan pergi untuk selamanya. Bahwa bukan diri ini yang berhak menentukan seseorang untuk berpindah, menetap, berpegian jauh sampai tidak kembali. Penerimaan atas dasar adanya kuasa yang melebihi dari diri ini sebagai seorang manusia, Allah Engkau Yang Maha Menetapkan Segala Sesuatunya.

Cerita dari negeri Palestina yang mengiris hati yang sebenarnya sudah dimulai di bulan Oktober, sempat di titik sudah bingung mau bagaimana lagi, apa yang harus diperbuat, kesal, muak sama kebiadaban orang-orang yang jahat sama Palestina. Tapi aku tahu, disitulah titik balik sebagai seorang manusia dipertanyakan, walaupun tidak banyak yang aku perbuat, aku sangat bersyukur masih banyak orang-orang diluar sana yang peduli dan mau menyuarakan kondisi di Palestina. Semoga Allah selalu melindungi saudara-saudara kami di Palestina, memberikan perlindungan, kehidupan yang lebih lanyak kembali, memulihkan rasa sedih, trauma yang saat ini mungkin hadir diantara anak-anak Palestina dan memberikan kemerdekaan untuk negeri Palestina.

Dan cerita terkait kehilangan sesorang dan merasa akan jauh, aku belajar untuk menerima.. aku tahu semua masing-masing orang memiliki alasan atas setiap keputusannya, bahkan keputusan yang teberat sekalipun. Desember penuh dengan harapan untuk menyambung cerita kembali di tahun yang berbeda, semoga di tahun 2024 semakin banyak keajaiban yang baik-baik untuk kita semua


Amiin

© Yogyakarta, 2 Januari 2024





You May Also Like

0 $type={blogger}


Terimakasih sudah membaca, mohon beri komentar yang bijak dan sesuai dengan topik yang dibahas