Pekan Yang Penuh Pembelajaran

by - June 12, 2021


 

Mendung tak berarti hujan, aku mengiyakan perkataannya, pikirku benar juga. 

 

Matahari semakin menyapa hari kian terik. Orang-orang hilir mudik kesana kemari. Tak terhitung lagi jumlah pribumi yang memenuhi sesak stasiun kota ini. Ada yang berpakaian santai ada pula dengan gaya pakaian rapi siap berangkat mencari peruntungan hidup. Peron kereta sudah mulai dipadati oleh antrian para commuter. Ah betapa terpacu diri dengan orang-orang yang sudah lebih pagi menyambut hari. Cukup mengenang, memiliki harapan untuk kembali kesana tak sanggup ku amini dengan keras. Karenanya masih ada rasa untuk saling membersamai dengan keluarga. Kata orang, Anak bontot memang. 

 

Sudah lama tak melihat keramaian kota. Pagi hariku kini aku awali dengan jalan pagi, yoga dan sarapan bersama keluarga, merasakan tenang dan dinginnya suasana pedesaan. Terkadang pagiku juga terlewati tanpa melakukan rutinitas sehat ataupun sekedar menenangkan diri dengan yoga. Kadang aku merasa seperti budak korporat, yang mengambil waktu lembur untuk mencapai target tugas. Akhir pekan kali ini, aku merasakan bersyukur sekali. 

 

Seperti awalan ceritaku diatas. Mendung tak berarti hujan. Siapa pun dia, pasti pernah mengalami kesalahan atau menemukan kendala yang tidak disadari tahu tahu berbuntut jadi masalah besar. Minggu berat bagiku kali ini, sampai aku merasakan tak bisa tidur. Mungkin orang lain menganggap ini adalh sebuah hal yang remeh. Entah orang berkata apa, mengecap diriku overthinking pun tak apa. Dua hari di awal pekan, aku disibukkan oleh dua pikiran yang berlawanan, disatu sisi ingin sekali menyudahi masalah dengan jalan yang tidak baik disatu sisi lain aku tidak ingin melakukannya. Jika dirunut kembali permasalahannya, sebenarnya aku pernah mengalami masalah dengan konteks yang sama. Benar benar rasanya diuji, diuji untuk tetap selalu berpegang pada apa yang Allah sukai. 

 

Aku merasakan tidak berdaya menyelesaikan masalah ini dengan sendiri. Berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut, dari mulai menceritakan semuanya ke Allah, curhat, dan tiba saatnya untuk menentukan sikap. Aku tidak ingin menunda waktu untuk menyelesaikan masalah yang sudah membuat emosiku tidak karuan, takut, bingung, rasa sendiri, tidak nafsu makan, bahkan susah tidur. Aku percaya Allah selalu ada untuk hambaNya. Merasa sangat bersyukur sekali, karena sewaktu masih merantau, aku diajarkan oleh Allah untuk melihat permasalahan dengan jalan keluar yang baik. Aku sangat takut jika pekerjaan yang aku selesaikan tidak membawa berkah.

 

Satu persatu aku tuliskan baik buruknya dampak dari sikap yang aku akan ambil. Dan sudah pasti jika mengambil jalan keluar dengan cara yang tidak baik, mungkin aku tidak akan merasakan dampaknya secara langsung, mungkin saja ditahan oleh Allah untuk menjadi pertanggungjawabanku di akhirat. Aku sudah memikirkan matang-matang jalan keluarnya, walaupun memilih untuk berkata jujur dan mendiskusikannya itu sangat berat untuk dilakukan, mungkin saja ada orang yang tidak menerima dengan kesalahan yang aku perbuat atau bahkan mengumpat diriku dari belakang. Aku sudah tidak peduli dengan penilaian orang, yang aku pedulikan adalah ridhonya Allah. Oh ya, saat menentukan jalan keluarnya, aku selalu saja bertanya apa jawaban Allah dari cerita yang sudah aku sampaikan dalam do'a, walaupun tidak kesampaian untuk solat istikharah, aku merasakan Allah begitu baik memberikan petunjuk untuk jalan keluar dari masalah yang aku hadapi. Saat subuh sebelum memulai kerja kembali, aku membaca Al-Qur'an,  terkadang aku membaca artinya, dan diwaktu yang tepat artinya mengarahkan aku untuk tidak melakukan perbuatan yang dibenci oleh Allah, masya Allah benar-benar langsung buat lega, ternyata Allah memberikan jawaban dengan cara seperti ini. 

 

“Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar [791] padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.” Q.S Ibrahim [14] : 46

 

“Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.” Q.S Ibrahim [14] : 51


Tanpa mengulur waktu lagi, aku beranikan diriku untuk berbicara apa yang selama ini menjadi kendala aku dalam bekerja. Lagi-lagi dibuat meleleh sama rencanaNya Allah.. Pikirku.. Aku akan banyak sekali mendapatkan kritikan dan dimarahi, sekalipun tidak. Aku bekerja dengan kakak yang menurutku sangat pengertian dengan kondisiku yang kurang berpengalaman, dia pun tak serta merta menyalahi aku seorang diri, tetapi juga kakaknya malah intropeksi diri karena memberikan arahan tugas yang menurut dia tidak straightforward alhasil membawaku pada masalah ini. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur aku berhasil melewatinya dan melakukan dengan cara yang disukai Allah

 

Aku ingin mengatakan ini pada diriku dan ini mungkin bisa menjadi pengingat bagi dirimu juga


“Diri, sudah berapa kali kamu menemukan masalah yang cukup menguras energi kamu untuk berpikir jalan keluarnya? Tidak ada satupun masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Allah memberikan suatu masalah kepada hambaNya, tidak akan melebihi dari kemampuan hambaNya. Jangan berpikir kamu akan sendiri melewatinya, libatkan Allah ya, ingat masa-masa sulit yang sudah kamu lalui, bukankah semua itu karena kuasa Allah? Kamu tidak sendiri, ada Allah yang selalu membersamaimu. Ingat terus untuk selalu memilih jalan keluar yang disukai oleh Allah. Aku tahu menentukan jalan keluar dari masalah itu membutuhkan waktu, tidak apa-apa. Asal kamu memulangkan semuanya ke Allah. Dan jangan menunggu lama untuk berbuat baik, aku tahu.. Tidak mudah mengambil sikap kebaikan, aku tahu rasanya sangat beraat.. Ada kekhawatiran kamu akan mendapatkan posisi yang merugikan di dunia. Tetapi, dunia ini tidak selamanya akan abadi. Ada masa dimana kamu akan mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang kamu pilih di dunia. Bukan untuk menakuti, namun yang terpenting ingatlah jalan yang kamu pilih karena berlandaskan ridho Allah itu adalah yang utama.”

 

Happy weekend, terimakasih sudah membaca  cerita ini! 


Ilustrasi foto oleh JESHOOTS.com dari Pexels

 

You May Also Like

0 $type={blogger}


Terimakasih sudah membaca, mohon beri komentar yang bijak dan sesuai dengan topik yang dibahas