Menjadi Manusia yang Berdamai
Persoalan waktu seakan membuat kita kehilangan arah. Alih-alih membawa kesegaran, angin terasa seperti badai yang menakutkan. Persoalan waktu seakan membuat kita menjauh. Berpaling dari keberadaan nikmat yang telah ditakdirkan untuk kita.
Seumpama kamu berada
disana, apakah kamu akan tetap menikmati hidup? Seumpama kamu berada disana,
apakah kamu masih bisa melihat tujuan utamamu?
Serbuan kata
andai seakan bersorak ramai di kepala ini. Bagi diri yang belum memahami hari keabadian, akan
terus menyuarakan pembanding di kehidupannya.
Memilih untuk
bisa merasakan posisi ternyaman di dunia, bukankah begitu indah? tentu ini
menurut angan-angan para ulung dunia. Terkadang.. oh bukan mungkin terdengar
sering, yaa.. kita sering mengelukan pencapaian orang lain. Tatkala kita terus
berjalan untuk menjemput angan, ada satu yang telewat.. bahwa waktu juga tetap
terus berjalan beriringan.
Ketika dirasa
ada yang keliru dengan perjalanan ini, tak sedikit orang yang menoleh
kebelakang, entah memutuskan untuk berhenti sekedar beristirahat atau bisa jadi menambahnya dengan pengoreksian
diri akan kesalahan. Yang lebih sialnya lagi, ada yang memutuskan untuk
berakhir dengan pengutukkan diri--lupa bahwa ada Kuasa diatasnya.
Apakah masih
samar terlihat oleh kita? Sebuah pencapaian, sebuah kebahagiaan, bukankah itu
semua yang membuatnya diri kita? Bukan orang lain! (Kalau aku boleh teriakkan)
Namun yang
perlu diingat, bahwa pencapaian tidak selalu melulu persoalan matematika dunia,
dan begitu juga kebahagiaan. Tak selalu semuanya yang dielukan oleh pribumi
bisa dikerucutkan menjadi sebuah 'entitas' (yang hanya terlihat oleh kita).
Bangun dan buatlah kebahagiaan dari hati kita!
Meneropong jauh
lebih sering mengasyikkan, daripada berenang di permukaan laut. Bisa jadi kita
tidak melihat keelokan terumbu karang ataupun hewan laut yang warna-warni
berenang kesana-kemari. Ketika mata ini bisa meneropong jauh, kita bisa menemui
luasnya ilmu yang dimiliki Sang Kuasa, kita bisa membuka tabir dari laguh-lagah
dunia.
Kehidupan
bukanlah perlombaan untuk mencapai tujuan 'entitas'. Hidup bahagia bukan
persoalan menang dalam perlombaan. Berilah jeda untuk diri ini, agar bisa
terjawab apa yang salah dengan perlakuan kita di dunia. Meneropong jauh membawa
kamu berpikir dua kali, apa yang kamu terima saat ini adalah porsi terbaik yang
diberikan Sang Kuasa untukmu.
Bersyukurlah! karena dari bersyukur kamu akan menemukan kebahagiaan yang abadi di kehidupan keduamu 😊
Ilustrasi foto diambil dari https://twitter.com/PRFMnews/status/1026396347308462080


0 $type={blogger}
Terimakasih sudah membaca, mohon beri komentar yang bijak dan sesuai dengan topik yang dibahas