Menjadi Manusia yang Berdamai

by - May 06, 2020





Persoalan waktu seakan membuat kita kehilangan arah. Alih-alih membawa kesegaran, angin terasa seperti badai yang menakutkan. Persoalan waktu seakan membuat kita menjauh. Berpaling dari keberadaan nikmat yang telah ditakdirkan untuk kita.

Seumpama kamu berada disana, apakah kamu akan tetap menikmati hidup? Seumpama kamu berada disana, apakah kamu masih bisa melihat tujuan utamamu?

Serbuan kata andai seakan bersorak ramai di kepala ini. Bagi diri yang belum memahami hari keabadian, akan terus menyuarakan pembanding di kehidupannya.

Memilih untuk bisa merasakan posisi ternyaman di dunia, bukankah begitu indah? tentu ini menurut angan-angan para ulung dunia. Terkadang.. oh bukan mungkin terdengar sering, yaa.. kita sering mengelukan pencapaian orang lain. Tatkala kita terus berjalan untuk menjemput angan, ada satu yang telewat.. bahwa waktu juga tetap terus berjalan beriringan.

Ketika dirasa ada yang keliru dengan perjalanan ini, tak sedikit orang yang menoleh kebelakang, entah memutuskan untuk berhenti sekedar beristirahat atau  bisa jadi menambahnya dengan pengoreksian diri akan kesalahan. Yang lebih sialnya lagi, ada yang memutuskan untuk berakhir dengan pengutukkan diri--lupa bahwa ada Kuasa diatasnya.

Apakah masih samar terlihat oleh kita? Sebuah pencapaian, sebuah kebahagiaan, bukankah itu semua yang membuatnya diri kita? Bukan orang lain! (Kalau aku boleh teriakkan)

Namun yang perlu diingat, bahwa pencapaian tidak selalu melulu persoalan matematika dunia, dan begitu juga kebahagiaan. Tak selalu semuanya yang dielukan oleh pribumi bisa dikerucutkan menjadi sebuah 'entitas' (yang hanya terlihat oleh kita). Bangun dan buatlah kebahagiaan dari hati kita!

Meneropong jauh lebih sering mengasyikkan, daripada berenang di permukaan laut. Bisa jadi kita tidak melihat keelokan terumbu karang ataupun hewan laut yang warna-warni berenang kesana-kemari. Ketika mata ini bisa meneropong jauh, kita bisa menemui luasnya ilmu yang dimiliki Sang Kuasa, kita bisa membuka tabir dari laguh-lagah dunia.

Kehidupan bukanlah perlombaan untuk mencapai tujuan 'entitas'. Hidup bahagia bukan persoalan menang dalam perlombaan. Berilah jeda untuk diri ini, agar bisa terjawab apa yang salah dengan perlakuan kita di dunia. Meneropong jauh membawa kamu berpikir dua kali, apa yang kamu terima saat ini adalah porsi terbaik yang diberikan Sang Kuasa untukmu.

Bersyukurlah! karena dari bersyukur kamu akan menemukan kebahagiaan yang abadi di kehidupan keduamu 😊



Ilustrasi foto diambil dari https://twitter.com/PRFMnews/status/1026396347308462080

You May Also Like

0 $type={blogger}


Terimakasih sudah membaca, mohon beri komentar yang bijak dan sesuai dengan topik yang dibahas